rahmadi.ryzal.com

Senin, 20 Juni 2011

ANDAIKAN ISTRI KITA DIPANGGIL YANG KUASA
 
 Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Read More......

Minggu, 19 Juni 2011

CARA MEMBUT BLOG

LANGKAH –LANGKAH MEMBUAT BLOK UNTUK TEMEN YANG MEMERLUKAN
Tulisan ini untuk tugas kuliah dengan mata KULIAH ; Aplikasi komputer dan internet
Dari Rahmadi  R. /NIM : 290250202 / NIRM : 292025022121072253

Read More......

Rabu, 15 Juni 2011

KOPI BUAT KESEHATAN

CEGAH LUPA INGATAN DENGAN 2 CANGKIR KOPI TIAP HARI

Jakarta, Peneliti dari Austria mengatakan bahwa secangkir kopi tiap pagi bisa meningkatkan aktivitas otak pada bagian ingatan dan mencegah short term memory lost. Jadi tak perlu ragu mengonsumsi kopi.

Menurut studi yang dilakukan para peneliti di Innsbruck Medical University, dua cangkir kopi tiap hari atau setara dengan 100 miligram cafein bisa meningkatkan fungsi dan performa otak terutama yang berhubungan dengan ingatan.

"Kami menemukan area otak yang lebih aktif pada mereka yang mengonsumsi kafein dibanding mereka yang tidak. Area itu merupakan area spesifik yang biasa digunakan untuk mengingat sesuatu," ujar seorang radiolog, Dr Florian Koppelstatter seperti dikutip dari Health24, Rabu (16/9/2009).

Kemampuan yang bisa terlihat pada area otak itu antara lain kemampuan menyimpan informasi dan membuatnya lebih efisien untuk diingat. Contoh kecilnya adalah kemampuan mengingat nomor telepon.

Selain dalam kopi, kafein juga banyak terdapat dalam teh dan cokelat. Rata-rata orang Amerika mengonsumsi 238 miligram kafein atau setara dengan empat gelas kopi tiap harinya. Konsumsi kafein terbesar adalah orang Skandinavia yaitu sebanyak 400 miligram setiap hari.

Dalam studinya, Koppelstatter merekrut 15 orang pria berusia antara 26 dan 47 tahun. Selama 2 hari mereka diminta untuk berpuasa dari kafein atau nikotin. Setelah itu mereka diberi minum kafein sebanyak 100 miligram, dan 20 menit setelahnya mereka melakukan scan otak menggunakan fMRI dan melakukan tes memori.

Hasil scan menunjukkan bahwa kafein ternyata meningkatkan bagian otak depan dimana jaringan memori berada. Hal sebaliknya justru terjadi pada mereka yang tidak mengonsumsi kafein. "Tidak ada satu pun pria yang tidak mengonsumsi kafein yang mengalami peningkatan aktivitas otak pada bagian itu," ujar Koppelstatter.

Adapun mekanisme kafein terhadap daya ingat otak masih belum diketahui dengan pasti. Namun Koppelstatter menduga bahwa kafein bereaksi dengan zat di dalam pembuluh darah di otak dan juga sel-sel saraf di otak yang membuatnya menjadi lebih aktif.

Dua gelas kopi mungkin bagus untuk otak, tapi jangan pikir dengan mengonsumsinya lebih dari 2 gelas bisa membuat Anda lebih pintar dan intelek. "Efek positif kafein tidak terjadi secara linier. Jadi bukan berarti semakin banyak semakin baik," jelas Koppelstatter.

Read More......

Senin, 28 Juni 2010

sayangx Allah

Original Message -----

From: andaiPRASS

To: tax93er@googlegroups.com

Sent: Friday, January 30, 2009 11:21 AM

Subject: [tax93er] FW: Friday muse

Pencerahan yang bagus nih......

Begini Ceritanya...........

LELAKI

Betapa beratnya menjadi seorang lelaki, diantaranya adalah seperti berikut:

1. Lelaki bujangan menanggung dosa sendiri apabila sudah baligh, sementara dosa anak gadis ditanggung oleh bapanya. 2. Lelaki yang sudah berumah tangga menanggung dosa sendiri, dosa isteri, dosa anak perempuan yang belum pernah kawin dan dosa anak lelaki yang belum baligh. 3. Hukum menjelaskan anak lelaki bertanggung-jawab atas ibunya dan sekiranya dia tidak menjalankan tanggungjawabnya maka dosa baginya, terutama anak lelaki yang tua, tetapi perempuan tidak, perempuan hanya perlu taat kepada suaminya. Isteri berbuat baik kepadanya diberikan pahala kalau berbuat sebaliknya dosanya ditanggung oleh suaminya. 4. Suami wajib memberikan nafkah pada isteri, tapi isteri tidak. Walaupun begitu isteri boleh membantu. Haram bagi suami bertanya pendapatan isteri, lebih-lebih lagi menggunakan pendapatan isteri tanpa izin ini.

Banyak lagi...

Bayangkan betapa beratnya dosa-dosa yang harus ditanggung seperti gunung dengan semut. Itu sebabnya mengikut kalau kita kaji nyawa perempuan lebih panjang daripada lelaki. Lelaki mati cepat karena tak kuat dengan beratnya dosa-dosa yang ditanggung. Tetapi seorang lelaki ada keistimewaannya yang dianugerah oleh Allah SWT. Sebagai seorang lelaki pasti anda tahu, kalau tak tahu makanya jadi perempuan. Begitulah kira-kiranya.

WANITA

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki. 2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah, tetapi tidak sebaliknya. 3. Wanita kesaksianya kurang dibanding lelaki. 4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki. 5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak. 6. Wanita wajib taat kepada suaminya. 7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri. 8. Wanita kurang dalam beribadat karena masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.

Pernahkah kita lihat sebaliknya??

Wanita perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapanya. Bukankah ibu adalah seorang wanita? Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya untuk isteri dan anak anak. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan bila wafat kerana melahirkan adalah mati syahid. Manakala dosanya dosa kecil, dosanya diampun ALLAH .

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini :

1. Isterinya 2. Ibunya 3. Anak perempuannya 4. Saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita ditanggung oleh 4 orang lelaki ini :

1. Suaminya 2. Ayahnya 3. Anak lelakinya 4. Saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana pintu Syurga yang disukainya cukup dgn 3 syarat saja:

- Sembahyang 5 waktu, - Puasa di bulan Ramadhan, - Taat pada suaminya dan menjaga kehormatannya. (betulkan kalau nggak salah).

Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH...

Lihat betapa sayangnya ALLAH pada wanita .... .kan?

memang derajat Wanita dimuliakan dalam Islam

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ PERINGATAN PEMERINTAH : Milis ini milik keluarga besar Gambir 3 Gunakan dengan bijaksana -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Read More......

Jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Perutku malam itu terasa begitu lapar. Aku pun memutuskan untuk membeli nasi goreng ke daerah Ceger. Beberapa menit kemudian, aku sudah nangkring di atas sepeda motor lawasku itu. Setelah timbang-menimbang mau beli nasi goreng di mana, aku akhirnya memilih untuk membeli nasi goreng yang ada di daerah Kalimongso. Kalau aku tidak khilaf, di depan kost-kostan Puri Lestari ada penjual nasi goreng yang penjualnya sepasang suami dan istri yang sudah cukup berumur. Kelihatannya, tempat itu cukup ramai kalau malam, dan yang pasti, katanya enak. “Ah, kesana saja deh”, ujarku memutuskan. Ok, keputusan sudah dibuat. Tinggal melaju ke lokasi. Malam itu agak dingin karena baru saja turun hujan. Aku merapatkan letak jaketku untuk menjaga supaya tubuhku tetap hangat. “Hmmm… dingin-dingin begini memang paling pas untuk makan nasi goreng”, batinku. Dan tibalah aku di lokasi penjual nasi goreng tersebut. Kulihat, sebuah gerobak tua yang menghadap ke kost-kostan Puri Lestari dan di bawahnya tanah becek karena habis diguyur hujan. Di hadapanku, tampak bapak tua sang penjual nasi goreng itu sedang melayani beberapa orang pembeli, yang tampaknya adalah mahasiswa. Aku memesan satu porsi untuk dimakan di tempat. Setelah itu, aku mengambil tempat duduk di tempat yang sudah disediakan. “Yang pedes ya pak, tapi tolong jangan pakai vetsin”, pesanku. Si bapak penjual mengangguk sambil tersenyum, “Ya, mas”, balasnya sambil tangan kanannya mengaduk nasi yang ada di dalam wajan. Sementara itu, istrinya terlihat sedang sibuk menata kertas pembungkus dengan irisan timun dan tomat. Tampaknya,di antara beberapa pembeli yang ada saat itu hanya aku saja yang tidak membungkus untuk dibawa pulang. Mungkin, hawa dingin yang cukup menusuk malam ini memang membawa kenikmatan tersendiri bagi para mahasiswa itu untuk menikmati nasi goreng panas di dalam kamar mereka yang hangat. Tapi aku kelihatannya tidak terlalu terpengaruh dengan suasana malam itu. Bagiku yang penting kenyang. Tak lama kemudian, nasi gorengku sudah jadi. Tampak uapnya mengepul, mencoba mengalahkan udara dingin malam itu. Hanya sepersekiandetik kemudian, beberapa sendok nasi goreng itu sudah terjun bebas ke dalam perutku. “Weh, emang bener kata si Fulan, nasi goreng di sini rasanya emang lumayan enak”, batinku sambil melahap satu dua sendok nasi. Nyam, uenak tenan. Alhamdulillah. Sambil menikmati nasi goreng yang rasanya mak nyus itu, aku melirik ada beberapa pembeli lagi yang datang untuk memesan. Tapi lagi-lagi, tak ada yang dimakan di tempat, semuanya dibungkus untuk dibawa pulang. Prakk.. Ritual makan enak itu tiba-tiba terhenti. Kutolehkan pandanganku ke arah suara tersebut. Tampak sang istri penjual nasi goreng itu menjatuhkan sepiring nasi putih yang sedianya dipersiapkan untuk dimasukkan ke dalam wajan. Saat itu, wajahnya terlihat gugup, mungkin takut dimarahi suaminya sendiri di depan banyak pelanggannya. Gerakannya pun tampak panik ketika membereskan kekacauan kecil itu. Sang suami segera menghentikan sejenak kegiatan mengaduk nasi gorengnya. Dikecilkannya api kompor dan dihampirinya sang istri dengan gerakan segera. Aku pun sudah bisa menebak apa yang akan terjadi, bahwasanya sang suami akan meneg…. “Kowe ra popo nduk?”, tanya suaminya dengan suara yang sangat lembut. Tangan kanannya langsung menggamit pundak sang istri. Sedang dari bibirnya terlihat senyum. “Senyum? Yang benar saja?!”, seruku dalam hati karena heran melihat adegan ajaib di depan mataku itu. Sontak, spasi itu jadi semakin bertambah. Aku pun tertarik memerhatikan pasangan pengantin lama itu. “Aku ra popo mas. Maaf nggeh”, ucap sang istri dengan nada bersalah. “Wes gak popo nduk, seng penting kowe apik-apik wae”, ujar sang suami, masih dengan suara lembutnya. “Nek uwes, gek ndang wayahono segone ben gek ceket rampung yo”, sambungnya, masih dengan suaranya yang lembut. “Injeh mas”, sang istri membalas perlakuan suaminya itu dengan senyum. Telah hilang gurat kepanikan itu dari wajahnya. Sejenak kemudian, dua orang itu sudah sibuk dengan urusannya masing. Dan aku? Aku masih melongo karena peristiwa itu. Aku masih belum percaya atas apa yang kusaksikan barusan. Subhanallah! Apa yang baru kusaksikan ini seperti dongeng saja! Suami itu tidak marah saat istrinya melakukan kesalahan, malah ditanggapinya kesalahan itu dengan sikapnya yang santun. Sebuah penyelesaian yang penuh dengan cinta. Subhanallah, lisanku tak henti-hentinya mengucapkan itu dengan lirih. Tanpa kusadari, ada semacam perasaan sejuk yang mengalir di dalam hatiku saat itu. Perasaan apa itu, aku tak tahu. Mungkin terharu, atau bisa jadi bahagia. Tapi apa yang membuatku bahagia? Begitu tanyaku di dalam hati. Mungkin perlakuan sang suami itu yang membuatku bahagia. Perlakuan yang sangat memuliakan istri, perlakuan seorang laki-laki sejati yang tahu akan makna cinta yang sejati. Bahwasanya cinta itu seharusnya mengobati, bukanlah menyakiti. Duh, aku tak menyesal telah mengorbankan hangatnya kamarku dengan peristiwa yang menghangatkan itu dalam udara malam yang dingin ini. Melalui peristiwa itu, aku pun jadi mengkoreksi diriku sendiri. Entah sudah berapa orang yang sudah ‘kusemprot’ karena mereka telah melakukan kesalahan di depan mataku. Dan entah sudah bertapa hati yang kulukai karena ‘semprotan’ku itu. Ya Allah, terima kasih sudah mengajarkanku satu lagi ilmu tentang kehidupan. Semoga ke depannya aku bisa lebih santun lagi dalam menyikapi kesalahan yang dilakukan orang terhadapku. Semoga. Dan kepada bapak itu, astaghfirullah, aku mohon ampun kepadaMu ya Allah jika telah berburuk sangka kepadanya. Aku tahu, prasangka lirih tadi tidak didengarnya, tapi aku yakin bahwa Engkau Mengetahuinya ya Allah. Oleh karenanya, maafkan hambaMu yang gemar berprasangka ini ya Allah. Amin. Jadilah malam itu aku mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga dari seorang bapak tua penjual nasi goreng itu dan istrinya. Aku hanya bisa berdoa, semoga Allah selalu menjaga keharmonisan mereka berdua hingga ajal memisahkan mereka. Dan ketika hendak membayar, tak lupa kuucapkan terimakasihku yang terdalam kepadanya, meski mungkin ia hanya menganggapnya sebagai ucapan terimakasih pelanggan kepada penjualnya. Biar saja. Allah Maha Tahu dengan apa yang ada di dalam hatiku. Terakhir, aku jadi teringat dengan hadits ini: Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan hendaklah engkau sekalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada para wanita. Sebab mereka itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas. Jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya dan jika engkua membiarkannya, ia tetap akan bengkok. Maka hendaklah kalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada wanita.” (Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari) Shadaqallah wa shadaqa rasulullah. Datu Adam, Februari 2008 Mengenang peristiwa dua tahun yang lalu…

Read More......